MILIH PACAR
YANG CANTIK DONG!!!
Wajah cantik, siapa yang tidak suka! Anda dan saya pasti suka.
Kawan-kawan kita juga suka, bukan? Mulai dari anak kecil, para remaja, pemuda sampai
dewasa bahkan eng kong-eng kong serta emak-emak suka akan kecantikan. Itulah
sebabnya tidak heran, banyak kaum Hawa tidak sungkan-sungkan menghabiskan
uangnya hanya mengurus masalah kecantikan. Ia rela memaksakan diri diet supaya
tubuhnya langsing dan elok dipandang, berpuasa berhari-hari tidak jadi masalah,
yang penting uangya bisa ditabung untuk bayar perawatan dirinya. Yang paling,
paling dan paling penting ia bakal berpenampilan cantik. Dengan modal cantik
ini, maka ia akan menarik perhatian orang banyak, karena semua orang suka yang
cantik.
Sebenarnya apa guna kecantikan itu sih? Wow, kecantikan itu
rupanya untuk dilihat dan dipandang oleh orang lain selain diri sendiri,
kadang-kadang karena masalah kecantikan ini cermin milik kita dapat menjadi
korban hanya gara-gara di wilayah wajah seseorang muncul sebutir jerawat yang
tidak diundang, hal ini terjadi diakibatkan ia tidak dapat menahan selera
terhadap kacang goreng. Lalu mulailah ia mengoleskan diri dengan berbagai bumbu
eh… salah dengan berbagai bedak maksudnya yach agar secepatnya mengusir jerawat nakal yang hingap
di di jendela… tuh kan salah lagi… di wajahnya.
Baru-baru ini saya dikirimi sebuah e-mail yang berisi wajah para
artis cantik dikala tidak bersolek lalu disertakan juga wajahnya pada saat
sudah bersolek, wah ternyata mereka itu lebih jelek dari para wanita-wanita
yang secara umum dilihat oleh mata manusia itu jelek. Dengan kata lain,
ternyata kecantikannya itu hanya merupakan polesan belaka, atau kasarnya tipuan
penglihatan manusia. Benar tidaknya aku
sich nggak tau… yang jelas mungkin bisa saja itu terjadi. Saya pikir kalau
ada kesempatan, kita membuat kepanitiaan kontes kecantikan para wanita tanpa
bersolek. Nah, pada waktu itulah akan ketahuan yang benar-benar orisinil, siapa
sebenarnya yang paling cantik secara natural dan alamiah atau yang cantik
secara “zat kimia”, maksudnya dipoles
dengan bahan-bahan kimia berupa bedak-bedak dan gincu serta spidol yang mahal
itu.
Di dunia nyata kita, kecantikan itu memegang peranan yang sangat penting,
misalnya para manager merekrut sekretaris pastilah ia memilih yang berwajah
cantik. Untuk memamerkan mobil mewah maka wanita cantik ditampilkan dengan
pakaian seksinya, lalu para artis juga pada umumnya yang cantik-cantik, para
pria memilih pacar, pasti juga memilih yang cantik, walaupun sesungguhnya
kecantikan itu sangan subjektif dan relatif, namun menurut standard kaca mata
pria itu calon isterinya pasti yang paling cantik di dunia. Konon dahulu kala
sesungguhnya wanita yang paling cantik di dunia hanya satu, yakni Hawa, tau nggak kenapa…? Yach kan dulu nggak ada
saingannya…. Wkwkwkwk…
Sebenarnya cinta dan ukuran pasangan yang ideal seseorang itu
bukan masalah cantik atau tidak, coba lihat emak-emak dan engkong-engkong mereka
masih setia bergandengan tangan pergi ke mana-mana, kadang peluk-pelukan, masih
akrab dan saling menyayangi. Kalau kecantikan merupakan standard mereka,
pastilah sudah jauh-jauah hari mereka berpisah, karena saat ini mereka sudah
TOP alias Tua, Ompong dan Peot.
Pertanyaannya, mengapa demikian? Jawabannya karena bukan kecantikan yang
sebagai ukuran, tetapi ada sesuatu yang melebihi dari kecantikan itu, yang
berada di dalam hati yang terdalam, kecantikan yang di dalam, kecantikan
batiniah yang tersembunyi.
Ada orang mengatakan bahwa, jangan mencintai karena kecantikan, namun
justru karena kita mencintailah maka dia menjadi cantik. Makanya tidak heran
sering ditemukan wanita yang wajahnya cantik, kebanyakan pasangannya di luar
perhitungan kita artinya tidak setampan yang kita anggap sepadan, saya katakan kebanyakan yang artinya tentu tidak
mutlak. Pasangan yang dimaksud juga bukan karena nikah dengan motivasi harta, sebab pernah terjadi di kota kelahiran
saya ada seorang pengusaha yang kaya-raya namun sudah lanjut usia, tetapi
menikah lagi dengan isteri yang baru berumur duapuluhan.
Kecantikankan itu tidak penting di dalam masalah cinta-mencintai.
Namun bukan berarti pula para wanita tidak perlu bersolek, sehingga mereka
tampil apa adanya dan membiarkan tubuhnya gembrot melorot. Kalau ini terjadi
maka dunia tidak seindah sekarang ini, walaupun sesungguhnya kecantikan itu
banyak bohongnya.
Sekarang permisi tanya, kalau kecantikan itu tidak terlalu
penting, lalu apanya yang penting? Terus terang apa artinya seorang wanita itu
cantik rupawan dan menawan, namun hidupnya tidak karuan, hatinya jahat, suka mabuk-mabukan,
candu narkoba, perokok berat, suka ngomong jorok, berpakaian yang seronok dan
sebagainya. Pemandangan terhadap wanita yang model beginian membuat
standard para wanita cantik itu menjadi tenggelam dan murahan. Belum lagi
ditambah dengan para wanita cantik itu biasanya banyak teman prianya,
kemungkinan besar juga banyak pacarnya. Nah kalau itu terjadi, maka standardnya
akan bertambah melorot, ia ibarat piala bergilir yang gonta-ganti pemiliknya,
malam senin pacarnya si Charlie, malam Selasa muncul si Budi, malam Rabu ada
lagi si Robert, malam kamis sederetan hingga ia lupa namanya, ada si Philip, si
Daniel, dan si lain-lain, yang pasti si Ririn Sunadi tidak ikut-ikutan…
Ada satu kecantikan yang tidak dapat dibeli dan tidak dapat
hilang, yakni kecantikan dari dalam yang seperti saya singgung di atas yakni
kecantikan batiniah. Walaupun kita tidak mengupas sampai jauh mendalam apa itu kecantikan
batiniah, namun kita dapat melihat bahwa kecantikan yang ada di dalam itu
melebihi segalanya. Itulah sebabnya mengapa di dalam Kidung Agung, raja Salomo
menuliskan tentang gadisnya yang hitam tetapi cantik (Kidung Agung 1 : 5),
suatu penilaian yang sungguh-sungguh keluar dari hati yang terdalam, bukan
berdasarkan standard yang secara umum. Biasanya kalau dirinya sudah hitam, dia
malu ngomong bahwa ia cantik, tetapi si hitam ini begitu percaya diri
mengatakan bahwa ia memang cantik. Ia sungguh-sungguh menghargai dirinya
sebagai ciptaan yang mulia. Itu sebabnya di Indonesia kita sering dengar kata
Hitam Manis, kita jarang mendengar Putih Manis, nah kalau sudah putih berarti
bahaya, itu sebabnya yang putih disebut pucat. Makanya tidak heran banyak orang
berkulit putih suka berjemur di pantai, supaya kelihatan hitam manis.
Kecantikan yang ada di dalam diri seseorang itu lebih berarti dari
pada kecantikan di wajah. Tadi kita sudah jelaskan bahwa, kecantikan karena
wajah itu dapat menimbulkan berbagai problem kebohongan, yang sangat tergantung
pada alat-alat kecantikan, lagi pula sifatnya sementara. Tetapi kecantikan yang
di dalam tidak demikian, ia sudah terpatri di dalam diri orang tersebut dan
tidak pernah luntur. Konkretnya, apalah arti seorang gadis yang cantik secara
wajah, namun kurang ajar, tidak sopan, suka menyimpan dendam, kasar, tidak
pernah memaafkan orang lain, tidak ringan tangan namun kerjanya hanya bersolek,
tidak betah di rumah, suka menghina orang lain, selalu bertengkar dengan teman-temannya
bahkan sombong dengan kecantikannya itu.
Seseorang yang cantik dihadapan Tuhan adalah seseorang yang mengerti
bahwa kecantikan itu adalah anugerah dari Tuhan, dan itu tidak dapat dibeli
dengan uang. Itu sebabnya jangan ada yang sombong. Belum tentu orang yang
cantik itu akhirnya mendapatkan suami yang tampan, yang kaya, dan segalanya
yang terbaik, namun sering kali karena kesombongannya atas kecantikannya itu
membuat dia harus dijauhi orang banyak, teman juga sedikit bahkan tidak ada.
Tidak sedikit saya temukan ada wanita yang semasa mudahnya cantik, bahkan
banyak yang naksir, tetapi karena jual mahal dan sombong, akhirnya ia harus
hidup menyendiri.
Selain itu orang yang hidupnya cantik dihadapan Tuhan sudah pasti mengasihi
orang lain, pengampunan itu akan gampang sekali diberikan. Bagi orang yang di
dalam dirinya memiliki kasih yang murni, pastilah ia juga bakal dikasihi orang
lain. Namun kalau sampai orang lain membencinya, pastilah ada yang tidak beres.
Sangat indah tentunya orang yang cantik juga mengasihi Tuhan, sehingga ada
keseimbangan secara khusus. Dengan demikian maka lahirlah mereka yang cantik
diri dari dalam, cantik kepribadiannya, cantik karakternya dan juga cantik
kerohaniannya, sedangkan kecantikan di wajah sudah menjadi relatif sekali. Nah,
orang yang demikian sungguh cantik, bukan?.
Sekarang permisi tanya, anda mau memilih yang mana, kecantikan
yang dipoles atau kecantikan batiniah? Yang dipoles akan segera hilang yang
batiniah senantiasa ada. Tuhan mengasihi kita, ia tidak memasang syarat
kecantikan pada kita. Artinya Tuhan menerima kita apa adanya, tuntutan-Nya
hanya satu, penyerahan diri secara total kepada-Nya, hanya itu. Lalu kalau
memilih pacar, bagaimana? Maka serempak terdengar suara dari para pemuda itu
bersorak. Milih pacar yang cantik dong?. Okey, silahkan pilih yang cantik,
terlebih-lebih cantik luar dalamnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar