Senin, 16 April 2012

Hanya Orang Hebat Yang Boleh Baca


Alkisah, suatu hari seorang pemburu berhasil menangkap seekor harimau hidup-hidup. Saat ia pulang dengan memanggul harimau yang sudah terikat kaki dan mulutnya , seluruh warga kampung menyambutnya dengan sukacita. Semua orang mengelu-elukan dan menganggapnya sebagai pahlawan.
Tapi, seorang tukang minyak keliling yang biasa berjualan di kampung itu, menanggapi kedatangan si pemburu dengan biasa-biasa saja. Ia hanya tersenyum dan menoleh sebentar saat si pemburu lewat. Keruan saja sikapnya membuat si pemburu tersinggung.
“Hei tukang minyak, semua orang mengelukan aku, kenapa kau tidak? Apakah kau tidak tahu, aku baru saja menangkap seekor harimau hidup-hidup?”
“Tahu, tapi kau pemburu kan? Apa anehnya seorang pemburu menangkap harimau. Itu hal wajar dan biasa-biasa saja.”
“Biasa saja? Apa kau bisa menangkap harimau seperti aku?!”
“Tentu saja tidak, karena aku tukang minyak. Keahlianku menuangkan minyak tanpa memakai corong ke dalam botol dalam jarak dua kepalan tangan tanpa tumpah sedikitpun. Satu yang pasti tidak bisa kau lakukan.”
“Ah, apa sulitnya menuangkan minyak kedalam botol?!” sergah si pemburu sewot.
Si pemburu mengambil minyak satu gayung, lalu menuangkannya langsung ke dalam botol dari jarak dua kepal, dan.. minyak pun tumpah tak karuan membasahi tanah.
Tukang minyak mengambil minyak satu gayung, lalu menuangkannya langsung ke dalam botol. Minyak pun berpindah tanpa tercecer setetes pun.
“Kawan, sebenarnya tak ada yang hebat di dunia ini. Yang ada hanya biasa dan tidak biasa kita mengerjakan suatu pekerjaan. Kau pemburu bisa menangkap harimau, itu wajar. Aku tukang minyak, bisa menuangkan minyak ke botol dari jarak dua kepal tanpa tumpah juga hal yang wajar. Orang di dunia punya kekhususan masing-masing,” petuah si tukang minyak.
Pemburu meminta maaf, menjabat tangan si penjual minyak, kemudian berlalu sambil tertunduk.
Pekerjaan sering membuat seseorang besar kepala dan merasa hebat. Sombong, merasa unggul, karena bisa menghasilkan lebih dari yang lain. Di bidang pekerjaan yang sama, seseorang memang bisa mengklaim bahwa dirinya hebat. Namun kehebatan itu akan kehilangan makna manakala diperbandingkan dengan pekerjaan lain yang bukan menjadi keahliannya, bahkan jika diperbandingkan dengan pekerjaan yang sangat remeh sekalipun.
Spesialisasi membuat seseorang hebat dalam satu bidang, namun tidak pada bidang lainnya. Itulah yang membuat ‘kehidupan kehidupan terus mengalir, karena manusia selalu membutuhkan “orang-orang hebat” lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Sekadar bisa sarapan pagi saja, seseorang membutuhkan puluhan bahkan ratusan orang hebat: pembuat sendok dan piring, pak tani penanam padi dan sayuran, nelayan penangkap ikan, peternak ayam, penanam rempah-rempah, pedagang bahan makanan, distributor gas elpiji, pegawai PAM, tukang kayu pembuat meja dan kursi makan, insinyur listrik, simbok pembantu atau istri yang memasak makanan dan seabreg “orang hebat” lainnya yang jika semua disebut bakal memenuhi rubric ini.
Masih pantaskah kita merasa hebat dalam pekerjaan, jika nyaris seluruh tugas kita, tanpa kita sadari sejatinya telah diselesaikan oleh orang lain, sementara kita sendiri hanya mengisi sepersekian persen dari seluruh hasil kerja yang sering kita klaim sebagai “karya pribadi”.

Selasa, 10 April 2012

ROAD TO SINJAI

ROAD TO SINJAI
Road To Sinjai… sebenarnya sich tulisan ini udah lama pengen aku posting di blog ini. Tapi… ada banyak hal yang menyebabkan keterlambatan posting kali ini. Walaupun ini pertama kalinya aku posting tulisan di blog ini...
Road To Sinjai... bermula ketika Uppa ma Sakina mengajak kami semua untuk jalan-jalan ke kampung halamannya setelah kami final Semester. Pertamanya sich aku berharap banget banyak teman-teman yang mau ikut, tapi kenyataannya cuman kami berenam yang berangkat... Saya, Micko, Abhyt, Abo, Sakina, sama Uppa... Padahal saya sangat ingin jalan-jalan bersama teman-teman sekelas yach minimal 80% yang ikut...
Walaupun cuman berenam, kami tetap memutuskan untuk berangkat ke Sinjai... Sakina, Uppa sama Abhyt berangkat duluan dua hari sebelum Saya, Micko sama Abho... sebenarnya kami pengen berangkat bersama-sama. Akan tetapi ada berbagai hal yang menyebabkan kami bertiga beluim berangkat. Saya ma Micko belum membayar SPP dan registrasi KRS Online... Sedangkan Abo belum mengganti oli motornya...
Kami bertiga memutuskan untuk berangkat pada hari jum’at pagi-pagi sekali. Jadi, kami memutuskan untuk bermalam bersama di kost Abo agar ntar besok pagi kami langsung berangkat... tidak salaing menunggu lagi... yach takutnya entar kalo saling menunggu kita bisa akesiangan berangkat ke Sinjai...
Pagi yang cerah di Samata seakan mendukung keberangkatan kami bertiga... sekitar jam 07:00, kami meninggalkan rumah Abo dan Menuju rumah Micko untuk persiapan terakhir keberangkatan kami... Sampai di rumah Micko, kami sarapan terlebih dahulu sambil nungguin Micko ganti baju…
Setelah semua sudah kami siapkan, kami meninggalkan rumah Micko sekitar jam 07:30 tapi belum jauh kemi meninggalkan rumah Micko, ehhh malah Abo yang singgah lagi... katanya sich sendalnya ketinggalan di rumah Micko pada saat dia pake sepatu... emang sich Abo meninggalkan rumahnya pake sandal, akan tetapi setelah sampai di rumah Micko dia ikut-ikutan pake sepatu gara-gara ngeliat kami berdua pake sepatu... Dengan sigap. Micko langsung balik ke rumahnya untuk mengambil sepatu Abo.
Setelah Micko sudah datang dari mengambil sepatu Abo, kami bertiga melanjutkan perjalanan. Setelah kami sampai di Jeneponto, sesuatu yang buruk menimpa Abo... rantai motornya terlepas dan harus dibawa ke bengkel... Pertamanya sich saya nggak tau kalo motor Abo lagi bermasalah. Karena pada saat itu saya emang nggak jauh di depan Abo... tapi nggak lama kemudian, tiba-tiba Abo udah nggak keliatan di spion motor saya, sesekali saya menengok ke belakang untuk memastikan apakah Abo ada di belakang... tapi Abo nggak kelihatan juga... saya memutuskan untuk berhenti di pinggir jalan untuk menunggunya... tapi masih tetap nggak keliatan juga. Hati kecil saya mengatakan Abo nggak kenapa-napa, mungkin cuman singgah untuk isi bensin, karena memang kami tadi melewati pertamina... sekitar lima menit saya menunggu dan memperhatikan pengendara motor dari kejauhan di belakang sana... tapi koQ Abo nggak muncul-muncul juga sich...
Saya udah nggak sabar menunggu Abo di pinggir jalan itu... akhirnya, saya amemutuskan utnuk mutar balik dan mencari Abo... akhirnya saya menemukan Abo di pinggir jalan nggak begitu jauh dari tempat saya singgah tadi... Alhamdulillah Abo nggak apa-apa, cuman rantai motornya yang terlepas... tapi koQ Micko nggak bersama dia, dan saaya yjiga yakin micsko nggak menyusul kami tadi... emang sich tadi Micko juga singgah di pinggir jalan sebelum motor Abo bermasalah... dan kami nggak menghampirinya karena dia mengisyaratkan kami tuk tetap lanjut... dan kelihatannya sich memang dia cuman singgah untuk memerima telfon dari seseorang atukah balas sms... tapi koQ dia selama itu singgah... lagi-lagi hati kecil saya mengatakan kalo dia tuch nggak apa-apa... hehehe sok... kayak punya ilmu telepati saja...
Nggak lama setelah saya menghampiri Abo,  Micko pun udah bersama kami lagi... dan kami bertiga berusaha untuk memperbaiki motor Abo. Tapi, karena keterbatasan kunci-kunci yang kami miliki, motor Abo nggak bisa kami perbaiki... kalau saja pada saat itu saya bawa kunci-kunci, mungkin saja motor Abo bisa kami perbaiki. Tapi baru kali ini saya bepergian keluar kota nggak bawa kunci-kunci.
Akhirnya kami mendorong motor Abo sampai di bengkel... yach seperti inilah pada saat motor Abo diperbaiki di bengkel...
 Setelah motor Abo diperbaiki, kami melanjutkan perjalanan kami... sebenarnya kami berencana untuk sampai di Bulukumba sebelum Shalat jum’at... karena di Bulukumba saya memiliki beberapa family dan kami bisa singgah disana untuk isterahat dan makan dan setelah itu shalat jum’at... atau shalat jum’at dulu baru makan dan isterazhat... Tapi dengan berbagai hambatan, kami hanya bisa shalat jum’at di Bantaeng...  Saya lupa nama mesjid and nama kampoeng tersebut... tapi yang jelas di Bantaeng...
 

Setelah shalat jum’at dan isterahat sejenak, kami melanjutkan kembali perjalanan kami... sekitar jam 14:30, kami akhirnya sampai di Bulukumba... akan tetapi kami tidak langsung menuju ke rumah Family saya... saya ndag tau harus ke rumah family saya yang mana... karena mereka bersaaudara semua... and kalao kita berkunjung hanya di satu rumah, yang lain cemburu dan harus dikunjungi jugaa... tapi saya memutuskan untuk menghubungi keponakan saya yang rumahnya memang agak berjauhan dari rumah family saya yang lain...
Tidak lama setelah saya menghubungi keponakan saya itu, dia pun akhirnya datang menghampiri kami dan menemani kami masuk di kompleks perumahannya... emang sich saya lupa-lupa ingat yang mana rumahnya di kompleks tersebut... apalagi rumahnya udah di renofasi.
Badan yang lelah dan perut yang sedikit lapar kini terobati dengan isterahat dan menyantap makanan dan minuman yang sudah disiapkan oleh family saya... kedatangan yang saya sembunyikan itu kini tercium oleh family saya yang lain... salah satu dari family saya menelfon dan menanyakan apakah saya berada di Bulukumba pada saat itu. Mau-tak mau saya harus menjawab dengan jujur... Karena memang dia sudah mengetahui keberadaan saya... untung saja mereka bisa menerima alasan kenapa saya tidak bisa ke mengunjungi mereka satu per satu...
Setelah isterahat dan shalat Ashar, kami kembali melanjutkan perjalanan kami menuju ke rumah Sakina... dari kami bertiga, hanya saya yang pernah ke rumah Sakina... dan jalan-jalan kali ini merupakan kedua kalinya saaya kesana. Walaupun sebelumnya saya udah pernah kesana, tapi saya belum tahu pasti jalanan ke sana... banyak pertigaan yang dilewati yang menyebabkan sesekali saya menelfon ke Sakina untuk memastikan apakah jalan yang saya lewati sudah benar atau tidak. Samapi pada apertigaan ketiga, kami bertiga mengambil jalur yang salah... seharusnya kami belok kanan, akan tetapi kami malah mengambil jalur kiri...
Sekitar 2 kilometer dari pertigaan terakhir tersebut, saya mulai curiga... karena saya merasa assing melihat jalur yang satu ini, sepertinya saya nggak pernah lewat jalur ini... tapi malah Micko yang mengaku pernah lewat jalur tersebut. Akhirnya saya menelfon kembali Sakina... ternyata benar kalau jalur yang kami lewati salah (hehehe jadi kesasar dech)... pertamanya sich saya emang ragu mau ke kiri atau ke kanan walaupun kami sudah masuk di jalur kiri sekitar 300 meter ke dalam... tapi setelah saya bertanya pada warga sekitar dan menelfon Sakina, kami dianjurkan untuk terus jalan karena katanya kami sudah mengambil jalur yang benar... hehehehe padahal salah jalur tuch...
Ternyata penyebab kami bertiga salah jalur tuch gara-gara Sakina salah paham... pada saat saya menelfon Sakina, dia menganjurkan saya untuk bertanya daerah apa yang pada saat itu saya tempati... Setelah saya bertanya, warga sekitar menuturkan bahwa saya berada di... di... di... ach... aku lupa nama kampung yang disebutkan oleh warga sekitar... yang jelas nama kampong itu adalah nama kampungnya Sakina... jadinya Sakina menyuruh kami tuk jalan terus aja...  padahal kami itu salah jalur...
Setelah mengetahui kalo kami salah jalur, kami bertiga memutuskan untuk kembali ke pertigaan dan mengambil jalur kanan... dan hanya sekitar satu kilometer dari pertigaan tersebut, kami sudaha menemukan rumah Sakina.... hehehehe gara-gara tersesat dan sering singgah-singgah kami baru sampai di rumah Sakina sekitar jam 17:45... yach sekitar lima jam perjalanan dari Makassar menuju Sinjai... sangat melelahkan....
 Sampai di rumah Sakina, kami isterahat sejenak sebelum shalat Maghrib, dan makan malam setelah shalat maghrib... belum lagi rasa lelah hilang, kami selanjutnya maen doming sambil makan langsat ma rambutan... hehehe biasa anak laki-laki kalo cari hiburan yach main kartu gitu.... ndag tau kalo perempuan, pa maen boneka atau apalah itu...?

Hari pertama datang di Sinjai, kami diajak teman-teman Sakina berkunjung ke sekolahnya... kami berempat sich nggak sempat masuk ke sekolah Sakina... karena durian di kebun Sakina belum pada berbuah, maka kami ke rumah temannya makan durian... disinalah Abo membonceng salah satu teman cewek Sakina... hehehehe pak ustads bonceng cewek... kayak salah tingkah saja tuch Abo... setelah sampai di rumah teman Sakina... Saya, Abo, Micko, sama Abiet terpesona melihat salah satu teman Sakina yang memang merupakan salah satu cewek tercantik di sekolahnya... yach biasa laki-laki... kalo liat cewek cantik...
Setelah puas makan durian, kami memutuskan untuk pulang ke rumah Sakina dan bersiap-siap menuju rumah Uppa. Kami harus segera ke rumah uppa siang itu juga, karena dari kemarin sore Uppa sudah tidak sabar menunggu kami... dan ternyata Uppa udah nungguin kami semenjak kemarin sore... dia berharap kami bertiga ke rumahnya terlebih dahulu pada saat itu....
Setelah kami sampai di rumah Uppa, kami jalan-jalan mengitari kampung Uppa yang suasananya memang bagus untuk jalan-jalan sore gitu... apalagi di kampung Uppa suasananya dingin sekali... yach... beginilah suasana jalan-jalan sore kami di kampung Uppa.... Setelah jalan-jalan sore, kami singgah shalat maghrib di mesjid dekat rumah Uppa.... 

 SUASANA JALAN-JALAN SORE
 SUASANA JALAN-JALAN SORE

 SUASANA JALAN-JALAN SORE
 SUASANA JALAN-JALAN SORE





Suasana malam hari di kampung Uppa serasa di dalam kulkas... dingin sekali malam itu... sampe-sampe teh yang dihidangkan ibunya Uppa tidaka terasa panas... melainkan hanya seperti air hangat... Suasana malam yang dingin tidak menghalangi kami untuk tetap main doming bersama...
Di pagi hari... suasana dingin semakin terasa... bahkan sampai terasa menusuk ke dalam tulang. Rasa dingin di pagi hari terobati dengan hidangan makanan yang masih panas dan sangat lezat buatan ibunya Uppa... Selain terkenal pintar ngaji, ibunya Uppa juga terkenal pintar masak... emang pinter Ayah Uppa pilih istri... hehehe moga aja aku punya istri kyak gitu... pintar masak and pintar ngaji juga... tapi di zaman seperti sekarang dapat dimana...??? pinter masak aja udah susah di dapat apalagi pinter ngaji juga...
Selesai sarapan, kami bertujuh berangkat ke salah satu objek wisata Sinjai yang berada tidak jauh dari rumah Uppa... Air Terjun Kembar.... itulah nama tempat wisata yang akan kami kunjungi... wow....!!! Subhanallah...!!! kedua kata inilah yang terucap dari bibirku saat melihat keindahan Air Terjun Kembar tersebut... dari keindahannya terdapat tantangan yang cukup berat untuk mencapai tempat ini... untuk menikmati keindahannya, kami terlebih dahulu harus melewati “Tangga Seribu”... emang sich itu cuma julukan orang-orang setempat... karena jumlah anak tangganya tidak mencapai jumlah seribu anak tangga... akan tetapi kemiringan tangga ini sekitar 80o sangat curam...
Seperti inilah kecuraman anak tangga tersebut....








Akan tetapi rasa capek melewati tangga tadi terobati dengan keindahan Air Terjun Kembar ini...






Sayang sekali kami tidak bisa menikmati keindahan air terjun ini lebih lama... saya harus segera berangkat ke Bulukumba dan kemudian menemani sepupuku ke Jakarta yang sudah menunggu saya dari kemarin-kemarin....


Sabtu, 07 April 2012

BELAJAR DARI KESALAHAN (01)


“Pengaruh Lingkungan” Ayah saya sangat takut dengan dua kata ini, beliau sangat takut kalo anaknya nanti terkena penyakit ini. Itulah sebabnya mengapa Ayah saya ngotot sekali mengajarkan saya tentang hal-hal yang berbau religius. Hal tersebut diwujudkan dengan menyekolahkan saya di sekolah yang berlatar belakang Islam yakni MTs 3 Atapange.
Mungkin itulah sebagai pembuka tulisan saya yang satu ini. Kisah kali ini berawal pada saat saya duduk di kelas 2 semester II di MTs… pada saat itu saya merupakan salah satu dari kelima teman sekelas saya yang bisa disebut siswa yang berkelakuan baik dan juga bisa disebut agak culun sedikit… hehehe maklum pada saat itu penampilan kami emang nggak seperti anak-anak gaul gitu…
Dengan penampilan seperti anak culun itulah kami berlima sering diganggu oleh teman sekelas kami yang tingkah lakunya kayak preman dan seolah-olah ingin jadi penguasa di kelas. Cuman satu dari mereka yang sering ngebelain saya… namanya Suka. Mereka bertingkah seperti itu karena mereka memiliki banyak teman preman yang sering nongkrong di sekitar sekolah kami… jadi kalo sewaktu-waktu kami melawan mereka tinggal melapor pada teman-temannya di luar.
Awalnya sich saya fine-fine aja dengan kelakuan mereka… kalo dikerjain, yach cuman pasrah. dipalak…. apalagi. Akan tetapi di awal semester dua kelas tiga, saya sudah tidak tahan lagi dengan tingkah teman-teman saya yang “sok jagoan itu”… akhirnya saya memutuskan untuk mencari tahu bagaimana sich caranya mereka bisa berteman dengan preman-preman yang ada di sekitar sekolah kami. Yang muncul di pikiran saya pada saat itu saya juga harus bergabung dengan para preman-preman tersebut… karena teman-teman saya itu cuman mengandalkan preman sebagai senjata… kalo mau sparing satu lawan satu saya belum tentu kalah, begitupun teman-teman “culun” lain belum tentu kalah…
Sekitar dua minggu… usaha saya tidak sia-sia. Ternyata cara mereka berteman dengan para preman tersebut hamper sama dengan cara berteman dengan teman biasa, bedanya… yach kita harus berani ambil resiko melakukan hal-hal yang berbau preman juga… seperti minum minuman yang nggak halal, godain cewek-cewek di pinggir jalan, pokoknya yang berbau preman gitu dech…
Setelah saya mengetahui cara mereka berteman dengan “preman”… saya memutuskan untuk bergabung juga dengan preman. Saya rela menabung uang jajan saya hanya demi tambain uang pembeli “minuman” mereka. Kan di dunia gituan, kalo mau minum harus ngumpul-ngumpul uang…
Hasil dari usaha saya lumayan memuaskan… saya akhirnya menjadi salah satu anggota gank, sampe-sampe saya lebih dihargai dibandingkan teman-teman saya yang lebih dulu gabung… padahal kalo dipikir-pikir saya kan junior di gank itu. kan saya menjadi anggota gank baru sekitar satu minggu lebih… tapi diperlakukan seperti senior dari teman-teman saya. Buktinya… kalo preman-preman disitu mau minum, yang disuruh pergi beli teman-teman saya yang udah lama gabung itu. Padahal kalo dipikir-pikir semestinya saya yang harus pergi… kan yang baru gabung saya. Di sekolah udah ada lagi yang berani kerjain apalagi malakin saya… tapi saya masih tetap gabung sama teman-teman saya yang dianggap culun itu… walaupun penampilan dan tingkah laku mereka jauh dari criteria anak culun… cuman mereka nggak gabung ama preman and nggak sok jagoan jadi dianggap kayak anak culun gitu…
Hal seperti itu masih tetap saya lakukan sampai menjelang UAN. Menggeluti dunia "Preman" memang penuh dengan resiko. Pernah suatu hari, saya bersama teman saya yang biasa saya panggil Baso pergi maen Play Stasion di umah teman saya Kedda... Teman saya yang biasa dipanggil Kedda ini mempunyai usaha rental PS yang sebelumnya tempatnya dekat tempat saya menunggu angkot. Setiap pulang dan pergi ke sekolah, saya harus naik angkot karena jarak sekolah saya dari rumah sekitar sepuluh kilo meter.Tempat PS teman saya saat ini sudah dipindahkan ke rumahnya.
Pada saat saya ingin pulang dari maen PS di rumah teman saya itulah kami dihadang oleh dua orang preman yang biasa nongkrong di tempaat PS teman saya. Sepertinya keadaannya sedang mabuk, dan memalak kami berdua... kebetulan pada saat itu uang saya tinggal sewa angkot begitu pula teman saya. sebenarnya sich saya bisa memberikan mereka uang kalo saja teman preman saya tidak minta uang pada saya sebelumnya...
Karena kami tidak bisa memberikan uang pada mereka, teman saya langsung ditampar... wajah sebelah kirinya merah dan berbekas tangan salah satu preman tersebut. Bukan hanya itu, tingkah kedua preman ini semakin brutal... salah satu dari mereka memberikan kami badiknya dan berkata:
"mauko melawan.... ini badik... tusukma...!"
Kami berdua cuman terdiam dan tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya terdiam dan menundukkan kepala seperti kucing yang sudah dipukul kepalanya.
"Terutama kau" sahut preman yang menampar teman saya tadi "Kenapa dari tadi liat-liat saya...?! Mauko melawan....?!" 
Memang sich teman saya punya kebiasaan mandangin orang yang belum dia kenal... Dan preman tersebut tidak suka. Menurut saya sich itu hanyalah hal sepele... Tapi itulah preman, mencari sedikit kesalahan dan kemudian dibesar-besarkan....
Melihat warga melihat tingkah mereka berdua, kami disuruh untuk kembali ke rumah teman saya Kedda... Teman-teman sebaya saya hanya bisa terdiam seperti saya... Mereka juga takut dan tidak bisa melawan... Pada saat itulah, Ayah Kedda melihat saya diperlakukan seperti itu. Dia langsung menegur dan memarahi kedua preman tersebut.
"Mauko apa disini?! maauko bikin kacau di rumah saya...?! kalau mukira jago dirimu saya mutusuk disini dengan badikmu....!!!"
Mendengar ayah teman saya marah-marah seperti itu, kedua preman tersebut langsung pergi meninggalkan kami. 
"kalian berdua pulanglah juga... tidak usah dipikirkan preman itu!" Ayah Kedda menyuruh kami untuk segera pulang, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Di perjalanan pulang, teman saya menanyakan nama salah satu dari kedua preman tadi. Kebetulan saya juga tidak tahu persis siapa namanya. Akan tetapi saya mengenal wajah salah satu dari mereka dan kalau tidak salah namanya Ulla. Pertamanya saya tidak tahu kenapa teman saya menanyakan nama preman tersebut. 
Keesokan harinya, teman saya yang ipukuli itu tidak datang ke sekolah... Baru sekitar 10 menit setelah saya datang di sekolah, salah satu teman sekelas saya yang gabung di gank preman memanggil saya dan menyuruh saya menemui teman preman kami di tempat kami biasa nongkrong... Setelah saya sampai di tempat nongkrong kami itu, saya langsung terbelalak melihat dua truk yang berisi penuh dengan wajah-wajah sangar preman... saya mengira kami akan bentrok dengan mereka... tapi ternyata preman yang dua truk tersebut merupakan satu kampung teman saya dan mereka mencari oarang yang kemarin mencegal dan menampar teman saya itu... Sekitar tiga jam kami mencari, akan tetapi entah dimana kedua preman tersebut bersembunyi sehingga kami tidak bisa menemukannya. 
Setelah pencarian sekitar tiga jam itu tidak membuahkan hasil, kami memutuskan untuk menghentikan pencarian dan melanjutkan aktifitas massing-masing kembali... Preman yang dua truk itu pun pulang tanpa melampiaskan kemarahan mereka... Akan tetapi. saya tidak langsung kembali ke sekolah... saya memutuskan untuk nongkrong di tempat kami untuk menjelaskan kejadian sebenarnya kepada teman-teman satu gank saya. Setelah kami diskusi kecil-kecilan, saya mengetahui bahwa ternyata salah satu dari mereka bernama Asho... dia baru tiga hari keluar dari penjara. Dan kali ini hampir masuk kubur....


Senin, 02 April 2012

CINTA ITU ASYIK... TAPI JANGAN KEASYIKAN BERCINTA


Oleh karena cinta itu sabar; cinta itu murah hati; ia tidak cemburu.
Ia tidak memegahkan diri dan tidaksombong.
 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.
 Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Cinta yang sejati dan murni, cinta yang tanpa syarat (unconditional love)..
CINTA
ITU
ASYIK!!
Namun Jangan
ASYIK!!
BERCINTA
( Kado buat  yang Tercinta)

Saumiman Saud
Ririnsunadi.blogspot.com






CINTA ITU ASYIIK!!
Nenek dan kakek kita ngak semua tahu dan berpengalaman dengan yang namanya berpacaran, beda dengan anak muda modern masa kini. Konon ceritanya, dulu calon dari nenek atau kakek sudah disiapkan sejak mereka kecil. Artinya sejak kecil sudah ada pasangannya untuk dijadiin isteri atau suami, tidak ada kesemptan memilih-milih lagi. Nah, yang bakal dijadiin pasangan itu bisa aja anak teman, sanak famili atau orang lain yang sudah dipesan atau dibeli sejak kecil. Namun jaman sekarang tentu beda, kita hidup di jaman yang semestinya untuk hal cari pasangan, orang tua diharapkan nggak campur urusan. Maunya hunting sediri, lacak dan survey sendiri dan bila perlu orang tua tinggal terima beres, dan yang paling penting ngak  sampai malu-maluin orang tua dan orang sekampung. Jangan samapi terjadi NBA, bukan klub Bola Basket yang terkenal itu, tetapi Nikah By Accident
Kata orang pacaran itu merupakan kelanjutan dari kenalan kemudian diteruskan dengan hubungan muda-mudi terhadap lawan jenis. (oh ya ,tulisan ini khusus bahas pacaran ama lawan jenis ya, sebab di jaman edan ini, ada orang yang pacaran dengan yang sejenis). Jadi di dalam pacaran ini cowok dan cewek saling menjajaki seberapa cocok dan cekcoknya mereka berdua, termasuk latar belakang, watak, karakter, sifat, pendidikan, hobby dan lain-lainnya.
Pacaran ini melebihi hubungan sekadar sahabat (sohib) atau kawan dekat, namun ini adalah kawan paling dekat dan akrab, yang berusaha mengerti satu dengan yang lainnya. Kedewasaan berpacaran, tergantung pada prilaku yang sedang berpacaran itu, kadang kita masih menemukan berbagai hura-hura di dalam berpacaran, jadi pacaran itu diidentikkan dengan menonton, makan bareng, pamer diri, lalu memproklamirkan ini loh pacarku, yang mana sih pacarmu? (cantikkan? Tampankan?). Padahal pacaran itu adalah kelanjutan dari masa perkenalan kita, artinya kita sudah maju satu langkah lagi. Mestinya orang yang berpacaran itu sudah pada tahap keseriusan memikirkan masa depan mereka, bukan lagi seperti kanak-kanak atau masih ugal-ugalan. Oleh sebab itu di dalam kesempatan yang ada sewaktu pacaran, kita perlu mengisi dengan sebaik-baiknya untuk mencari tahu dan kenal lebih dekat pasangan kita, supaya kelak sewaktu menikah, kita sudah mengenal dia dan tidak menyesal seumur-umur.
Nasi kalau udah jadi bubur, ngak bisa kembali lagi menjadi Nasi apalagi beras. Seberapa lama seseorang berpacaran tergantung pada kedua orang itu, ada orang yang ketemu satu atau dua bulan sudah ngebet banget, setengah tahun kemudian minta nikah. Namun ada yang berpacaran 10 tahun masih belum menikah (sampai bosen-bosennya kali?). Namun kasihan kalau pacaran 10 tahun masih belum nikah, bisa jadi omongan dan gujingan tetangga kanan-kiri.
Masyakarat itu jahat, omongannya sangat menusuk dan menyayat hati. Pacaran tok, kapan kawinnya?. Orang dulu bilang cinta itu dari mata turun ke hati., itu sebabnya perlu jangka waktu untuk mendeteksi, pada saat pandangan pertama yang dipergunakan adalah mata, jadi mulailah memandang sana-sini melirik, bahkan melotot untuk melihat sejelas-jelasnya yang mana yang cocok, sesudah itu masa kenalan dan pacaran juga diperlukan hati, supaya merasakan cinta kasih yang sedalam-dalamnya.
Saya punya seorang teman, ketika ia berpacaran, orang tau cewek ngak setuju banget, alasannya si cowok orang ngak punya, sekolahnya juga masih belum kelar menjadi sarjana, kerja juga masih kurang stabil. Singkat cerita, orang tua cewek melarang keras berpacaran. Namun dasar sudah ngebet jatuh cinta, maka larangan orang tua dilanggar dan diabaikan, namun positipnya si cowok berjuang dan berjuang terus. Ia tahu kalau dianggap kurang bonafide, tidak ada gelar dan uang, mobil, rumah apa lagi. Itu sebabnya si cowok giat kuliah sambil kerja, satu dua tahun kemudian ia buka usaha sendiri.
Pada tahun ke tiga si cowok udah sukses, kali ini orang tuanya benar-benar salut pada perjuangan si cowok. Ijin pacarannya pun keluar, luar biasa! Nah ini hal-hal yang positip, perlu dicontoh oleh orang muda, ia tidak sekadar hura-hura dan ugal-ugalan, ada perjuangan yang mati-matian, cintanya murni tidak main-main.. Yang jeleknya adalah apabila si cowok secara diam-diam ngajak kawin lari, itu namanya mau jalan pintas. Akibatnya apa yang terjadi?... Cepat punya anak, gelar ngak dapet, pekerjaan tetap saja sebagai pengacara. yakni pengangguran yang banyak acara.
Saya sih setuju banget kalo orang yang pacaran itu umurnya sudah dewasa, paling sedikit sudah bisa cari duit. Jangan ntar mau ajak si cewek nonton masih minta pada orang tua, Kalau begitu kan repot!!. Nah, bila si cowok belom bekerja, ntar pacaran mereka jadi kelamaan, karena setiap ditanya kapan mau married selalu saja jawabannya belum siap. Tunggu selesai kuliah, sudah kelar kuliah masih menunggu cari kerja, sudah dapet kerja menunggu ngumpul duit dulu, ntar kalau sudah banyak duitnya, mulai tingkah yang aneh muncul. Cari lagi pacar yang lain pula? Gimana nich?? Kecuali kalau orang tuanya kaya-raya ngak masalah, ada atau ngak ada kerja, orang tua yang bakal sponsori untuk married, bahkan rumah bagus juga udah disediakan. Tetapi mestinya si cewek, perlu pikir dua tiga kali kalau mendapat cowok yang bisanya ngandalin orang tua? Sampai kapan?? Ntar kayak burung dalam sangkar, sangkarnya sih bagus, tetapi si penghuninya tidak merasa bebas.
Pacaran juga ada bahayanya tahu nggak? Mestinya orang-orang dewasa sudah pada tahu! Mengapa saya katakan demikian!. Ketika si cewek dan cowok duduk bersamaan, dekat merapat lagi, wong namanya manusia normal; ada strumnya loh. Nah strumnya kalo ngak terkontrol ada bahayanya, itu sebabnya perlu waspada, saya yakin anda mengerti maksudnya. Di dunia Barat mereka yang pacaran masalah cium dan mencium itu bukan hal yang perlu di sensor, di jalanan, lampu merah, di lapangan parkir, di Super Market bahkan yang bikin orang sebel ada yang nekad berada di depan kita, gila nggak?. Itu namanya nggak tahan! Apalagi gayanya terbawa nafsu. Bisa bahaye...kate orang Jakarte.
Bagaimana mencari pacar dan di mana tempatnya? Pertanyaan ini cukup seru dijawab, sebab ada orang bilang cari pacar seharusnya di kampus, khususnya di sana banyak bunga-bunga kampus yang bertengger terutama di kantin atau perpustakaannya. Ada yang bilang di kantor tempat kita kerja juga ada, di gereja ada juga? Yang lain bilang di toko buku, belakangan ada toko buku tertentu yang boleh jadi tempat mejeng baik cowok atau cewek, biasanya yang ke sana tidak beli atau baca buku, cuma melihat-lihat saja, sambil cuci mata; mana tahu dapat kenalan dan dapat pacaran di sana. Nah, ini motivasi tambahan dari seseorang, selain kuliah , kerja atau beribadah, dan kunjungi toko buku maka ada .Udang dibalik batunya.. Kasihan toko buku!!
Jaman sekarang ini bisa juga cari pacar di Warnet (Warung Internet) , kok bisa? Ya bisa saja, melalui chating dengan orang-orang, namun bahayanya banyak yang suka berbohong statusnya. Walau begitu, ada pasangan yang saya kenal sudah menikah dan cara berkenalannnya justru melalui jalur Internet, saat ini mereka sudah menikah dan tinggal di luar negeri. Ada lagi yang saat ini sedang pacaran, asyik kata orang muda. Yang pasti jangan cari pacar di nite club, atau tempat-tempat orang mabuk, dan ekstasi, Anda bakal dapat kerja tambahan, selain orang tua Anda tidak setuju, teman-teman juga, kecuali teman-temanmu semua penghuni di sana.
Oh ya, di bawah ini ada sebuah kutipan yang sudah saya revisi sedemikian rupa, beberapa tips untuk cari pacar yang diselingi dengan gombal-gombalan. Mau coba ?

Pertama : Carilah pacar yang sesuai dengan keadaan anda, jangan seperti pungguk merindukan bulan, pokoknya cari sesuai dengan standard anda. Umpama begini, jika kamu mau menjadi isteri yang Ahli ekonomi, maka kamu juga harus kuliah di Fakultas Ekonomi, supaya pada saat kuliah Anda tidak tamat sekalipun, paling tidak ketemu suami yang Ahli Ekonomi.

Kedua : Carilah pacar yang ganteng dan cantik dan jangan mencari yang jelek, tetapi biasanya yang jelek bakal menjadi cantik kalau sudah jatuh cinta, harus juga yang baik hati. Alasannya ialah, ganteng dan cantik tidak dapat dibeli, memang dari sananya (baca sono), dan tidak akan rugi dapat yang ganteng, namun perlu hati-hati semua yang kelihatan di luar bukan jaminan, kegantengan dan kecantikan segera berlalu bersama waktu, bahkan mereka yang ganteng dan cantik lebih mudah diserobot oleh orang lain. Tingkah laku seseorang dapat berubah 180 derajat, asal ia mau bertobat. Udah itu kalo bisa cari seorang yang pemberani, namun takut akan Tuhan. Pacar yang ganteng and cantik juga akan memperbaiki keturunan di kemudian hari, sekali lagi ini hanya perkiraan bukan jaminan ya!

Ketiga : Carilah pacar yang kaya dan giat bekerja, alasannya materi itu perlu juga lho! Ya nggak 100% sih, sebab jika Anda punya pacar yang bokek dan malas, walaupun ia seganteng bintang F-4 yakni Tao Ming Se atau secantik dan seganteng Bintang Film Korea dan Anda bakal sengsara sebab kekayaan segera ludes, Anda harus bantu cari uang dan banting tulang. Tetapi, sebaliknya kalau dianya memang giat bekerja, tidak perlu kuatir.

Ke empat : Di rumah Anda kan ada cermin, jika wajah Anda tidak punya wajah cakep, ya tahu diri sedikit bila milih pacar. Jangan pasang target terlalu tinggi, pasti tidak bakal tercapai. Namun di luar perkiraan Anda dan Anda akan merasa heran, orang-orang yang tidak termasuk kategori bunga kampus, kadang-kadang mendapet suami yang tampan juga.

Ke lima : Jangan terlalu mencintai pacar Anda sehingga lupa segala-galanya apalagi melupakan Tuhan, lupa pelajaran di kampus, lupa pekerjaan dan lupa diri. Saat ini anda baru berpacaran, bagaimana kalau sudah menikah, benar-benar tidak ingat segala-galanya. Kalau di tengah-tengah pacaran kemudian ada masalah dan putus, amak Anda akan susah sekali; bisa gantung diri di pohon cabe. Mana bisa gantung diri di pohon cabe… yang ada di pohon tomat…

Ke enam : Ada yang usul kalau stok produksi orang Indonesianya habis, cari pacar yang bule saja, konon cerita mereka yang bule itu pada tinggi ,cakep dan ganteng, asal jangan cari yang pengangguran saja. Warga Negaranya juga Luar Negeri lagi, keren, Anda bakal diboyong ke sana. And ada juga yang bilang kalo persilangan gen antara orang luar, kita bisa dapat keturunan yang IQ-nya tinggi. Tapi nggak tau dech… benar atau tidak, yang jelas orang biologi lebih tau tentang gen…

Permisi tanya, apakah Anda sudah punya pacar? Apakah di dalam masa berpacaran anda sudah memikirkan keseriusan untuk hidup bersama kelak? Dijamin Anda pasti tidak dilarang orang tua kalau Anda memang sudah dewasa. Sebab apabila dilarang terus-menerus nanti kalian mogok berpacaran, maka mereka bisa kalang kabut. Maka jadilah jomblo. Saat ini yang penting sewaktu berpacaran harus penuh tanggung jawab dan tidak main main. Pacaran bukan dosa, selama berada pada jalur tata-krama, nilai moral etika, kesopanan, sesuai dengan Undang-Undang… emangnya ada... Yang paling penting jangan mempermainkan pacar Anda, sebab sang pacar memang bukan barang mainan, walaupun ada orang yang suka mempermainkannya kualat loh.