Jumat, 11 Mei 2012

TP Penyearah Gelombang Penuh


TUGAS PENDAHULUAN PENYEARAH GELOMBANG PENUH
1.      Jelaskan tentang penyearah gelombang penuh!
2.      Jelaskan pembentukan penyearah gelombang penuh dengan 2 dan 4 dioda!
3.      Mengapa pada 2 dioda, digunakan trafo CT dan pada 4 dioda digunakan trafo Engkel?
4.      Jelaskan fungsi alat dan bahan!
5.      Tuliskan dan jelaskan fungsi tombol-tombol CRO!

Jawab
1.      Penyearah gelombang penug ialah suatu rangkaian yang dirangkai sedemikian rupa sehingga dapat mengubah sumber arus listrik dari AC menjadi DC. Rangkaian tersebut berupa rangkaian elektronika dengan komponen utama dioda. Dalam penyearah tegangan bolak-balik digunakan penyearah gelombang penuh dengan menggunakan dua diode atau empat buah diode. Keluaran penyearah gelombang penuh lebih baik bila dibandingkan dengan penyearah setengah gelombang.
2.      Penyearah gelombang penuh dengan menggunakan dua dan empat diode.
a.       Penyearah gelombang penuh dengan menggunakan dua dioda.
Penyearah gelombang penuh dengan menggunakan dua buah dioda hanya dapat berfungsi jika kita menggunakan transformator CT, dimana tegangan yang dihasilkan dari transformator ini adalah: V1=tegangan primer, dan V2=tegangan sekunder.
Untuk menjelaskan penyearah gelombang penuh dengan menggunakan 2 dioda, kita dapat memperhatikannya pada gambar berikut:

 



Cara kerja penyearah gelombang penuh jenis ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
Pada artikel mengenai trafo, telah diketahui bahwa pada bagian sekunder transformator CT terdapat 2 sinyal output yang terjadi secara bersamaan, mempunyai amplitudo yang sama namun berlawanan fasa.  Saat tegangan input (teg primer) berada pada siklus positif, pada titik AO akan terjadi siklus positif sedangkan pada titik OB akan terjadi siklus negative. Akibatnya pada D1 akan mengalami panjar maju (Forward bias) sedangkan pada D2 mengalami panjar mundur (reserve bias) sehingga arus akan mengalir melalui D1 menuju ke beban dan kembali ke titik center tap.



 

Saat tegangan input (teg primer) berada pada siklus negative, pada titik AO akan terjadi siklus negative, sedangkan pada titik OB akan terjadi siklus positif. Akibatnya pada D2 akan terjadi panjar maju (forward bias), dan pada D1 akan terjadi panjar mundur (rserfe bias) sehingga arus akan mengalir melalui D2 menuju ke beban dan kembali ke titik center tap.
Dari penjelasan cara kerja penyearah gelombang penuh jenis ini terlihat bahwa tegangan yang terjadi pada beban mempunyai polaritas yang sama tanpa memperdulikan dioda mana yang menghantar karena arus mengalir melalui arah yang sama sehingga akan terbentuk gelombang penuh yang disearahkan.
b.      Penyearah gelombang penuh dengan menggunakan empat buah dioda.
Penyearah gelombang penuh dengan menggunakan empat buah dioda sering juga disebut penyearah gelombang penuh jembatan dioda (dioda bridge). Pada dioda bridge, hanya ada 2 dioda saja yang menghantarkan arus untuk setiap siklus tegangan AC sedangkan 2 dioda lainnya bersifat sebagai isolator pada saat siklus yang sama. Untuk memahami cara kerja dioda bridge, perhatikanlah kedua gambar berikut.







Saat siklus positif tegangan AC, arus mengalir melalui dioda B menuju beban dan kembali melalui dioda C. Pada saat yang bersamaan pula, dioda A dan D mengalami reverse bias sehingga tidak ada arus yg mengalir atau kedua dioda tersebut bersifat sebagai isolator.







Sedangkan pada saat siklus negatif tegangan AC, arus mengalir melalui dioda D menuju beban dan kembali melalui dioda A. Karena dioda B dan C mengalami reverse bias maka arus tidak dapat mengalir pada kedua dioda ini.
Kedua hal ini terjadi berulang secara terus menerus hingga didapatkan tegangan beban yang berbentuk gelombang penuh yang sudah disearahkan (tegangan DC).

3.      Pada penyearah gelombang penuh dengan menggunakan dua buah dioda, kita menggunkan transformator CT. hal ini disebabkan karena


4.      Fungsi alat dan bahan pada percobaan ini:
a.       Transformator CT berfungsi sebagai sumber tegangan untuk rangkaian penyearah gelombang penuh dengan menggunakan dua buah dioda.
b.      Transformator Engkel berfungsi sebagai sumber tegangan untuk rangkaian penyearah gelombang penuh dengan menggunakan empat buah dioda atau jembatan dioda (dioda bridge).
c.       Dioda penyearah berfungsi sebagai penyearah arus yang melalui rangkaian.
d.      Resistor berfungsi sebagai beban
e.       Kapasitor berfungsi sebagai filter atau penghalus gelombang riak yang akan muncul pada CRO.
f.       Voltmeter berfungsi untuk mengukur besarnya tegangan yang masuk pada rangkaian.
g.      Osiloskop sinar katoda (CRO) berfungsi untuk menampilkan gelombang yang dihasilkan oleh rangkaian penyearah gelombang penuh dua dioda dan empat dioda.
h.      Kabel penghubung berfungsi sebagai penghubung komponen yang satu dengan kjomponen yang lain pada rangkaian penyearah gelombang penuh. Baik pada rangkaian yang menggunakan dua dioda maupun yang menggunakan empat dioda.
5.      Fungsi tombol-tombol pada Osiloskop Sinar Katoda (CRO)
a.       P OSITION control. Putaran tombol akan mengatur posisi vertical dari berkas.
b.      AC GND DC Switch. Pada posisi AC komponen DC dari signal ditahan oleh kapasitor. Pada posisi GND (ground), terminal input terbuka dan input amplifier internal disambung ke ground. Pada posisi DC terminal input disambung langsung ke amplifier dan semua komponen signal input dikuatkan.
c.       VOLT / DIV Switch. Skala bertingkat dalam Volt per div dari layar CRT. Dapat dipilih dalam 11 range dari 0,01 V/ div sampai 20 V / div.
d.      VARIABLE control. Pengaturan attenuasi vertical. Pengatur halus (fine) dari sensitifitas vertical. Pada putaran kearah kanan maksimum (sampai berbunyi “klik” ) attenuasi vertical pada posisi terkalibrasikan (CAL).
e.       POWER ON/ INTENSITY control. Mengatur kecerahan berkas gambar Digunakan untuk menghidupkan dan mematikan daya listrik ke CRO dengan memutar tombol ke arah kiri maksimum.
f.       FOCUS Control. Pengontrolan fokus berkas untuk memperoleh bentuk gelombang yang optimum kecerahannya.
g.      SOURCE switch. Dua posisi switch untuk memilih sumber trigger untuk sweep (INT atau EXT).
h.      SYNC Switch. Saklar pemisah sinkronisasi. Akan mengambil komponen signal sync dalam signal video, dan diaplikasikan pada rangkaian sync untuk menyempurnakan sinkronisasi signal video yang ditampilkan. NORM ± : Untuk menampilkan bentuk gelombang pada umumnya. Pada posisi ini rangkaian TV sync separator tidak tersambung. Pada polaritas “+”, sweep dipengaruhi oleh slope “+”, sedangkan pada polaritas “-“, sweep dipengaruhi oleh slope “-“. TV ± : Dipakai untuk menampakkan bentuk-bentuk gelombang signal video TV yang disinkronkan dengan signal sync.
i.        LEVEL Control. Triggering level / PULL AUTO akan mengatur phase sync untuk menentukan titik awal sweep pada slope dari signal trigger.
j.        POSITION control. Putaran pengatur posisi horizontal dari berkas gambar. PULL 5X MAG Switch, Push-pull switch memilih pembesaran 5X bila ditarik keluar (PULLED-OUT) dan normal bila ditekan kembali (PUSHED-IN).
k.      SWEEP TIME / DIV Switch. Selector time sweep horizontal. Saklar pemilih sweep timw dari 1 s sampai 0,5 s dalam 18 langkah. Operasi EXT H dimungkinkan dengan memutar knob ke arah kanan penuh. Bila saklar variable (15) diputar arah kanan penuh, pembacaan harga time sweep sudah terkalibrasi.
l.        VARIABLE control. Pengaturan attenuasi vertical. Pengatur halus (fine) dari sensitifitas vertical. Pada putaran kearah kanan maksimum (sampai berbunyi “klik” ) attenuasi vertical pada posisi terkalibrasikan (CAL).
m.    TRACE Rotation. Dipakai untuk menghilangkan kemiringan berkas garis lurus horizontal. Z – AXIS INPUT Jack.. Jack intensitas modulasi intensitas dimodulasi pada tegangan5 Vp-p atau lebih rendah.