PASANGAN ANDA MENJADI
THE F-I-R-S-T
Ada orang bilang, waktu pacaran tolong buka mata lebar-lebar,
setelah menikah harap tutup sebelah mata, apa artinya kalimat ini? Artinya
sewaktu pacaran, masih ada kesempatan mengganti pacar seandainya tidak cocok, namun
apabila setelah menikah, yang tidak cocok itu harus mau tidak mau dicocokkan,
salah sendiri karena ngak milih dengan jeli. Di gereja-gereja tertentu dibuat
peraturan bahwa pasangan yang mengikuti kelas konseling pranikah tidak boleh
menentukan hari pernikahan atau memesan restoran untuk pesta terlebih dahulu,
sebab kalau di tengah pelajaran konseling ternyata mereka merasa tidak cocok,
masih ada kesempatan untuk membatalkan pernikahan itu. Apa gunanya, kalau sang
pendeta memberkati pasangan yang bertengkar terus, hal ini akan menjadi
penderitaan seumur hidup.
Pasangan pernikahan yang serasi itu tidak berarti di dalam rumah tangganya
bebas dari pertengkaran, justru ada orang bilang pertengkaran itu merupakan
bumbu di dalam keluarga, asalkan tidak ringan tangan, artinya tidak main pukul
memukul. Itulah sebabnya diperlukan hikmat untuk menempatkan pertengkaran itu
pada situasi dan kondisi yang tepat. Ada seorang rekan saya menganjurkan bahwa
apabila suami isteri bertengkar harus diperhatikan focus dalam konteks
persoalannya, jangan mencampuri hal-hal yang di luar konteks, jadi konsisten
pada topiknya Misalnya kalau yang dipermasalahkan adalah masalah A jangan
mengungkit-ungkit masalah B apalagi masalah B itu sudah terjadi tiga bulan yang
lalu. itu artinya di luar konteks.
Kadang hanya karena komunikasi yang mandeg, salah pengertian, cemburu
buta, telah menciptakan reaksi yang menggemparkan, hal semacam ini harus diwaspadai
oleh pasangan cowok dan cewek. Saya coba menawarkan sebuah akronim untuk
menggambarkan tentang cinta kasih seorang cowok terhadap cewek dan sebaliknya.
Dengan singkatnya jadikan pasangan anda itu the F I R S T.
1. F =
Faith
2. I =
Inisiatif
3. R = Relationship
4. S =
Sharing
5. T =
Talking
F = Faith
Jurus ini mau tidak mau dikeluarkan juga, soalnya kalau seseorang asal
comot mencari pacar, cukup sulit juga nantinya. Apalagi dari tadi kita udah
bilang orang yang pacaran itu bukan suatu kegiatan mainan, sebab risikonya
cukup besar, buktinya ada yang stress, depresi berat dan bunuh diri gara-gara
pacaran. Nah, pilihlah yang beriman, artinya yang takut akan Tuhan, dan takut
akan Tuhan yang sama. Seorang yang memiliki pacar yang takut Tuhan bakal aman,
sebab ia bakal dipercaya walaupun berpisah lama. Namun bukan itu tujuannya,
yang paling penting kalau imannya sungguh-sungguh pada Tuhan, maka segala
persoalan hidupnya bakal ada jalan keluar, walaupun prosesnya tidak lancar.
I = Inisiatif
Inisiatif itu penting, sebab mereka yang berpacaran tidak sedang berpacaran
dengan patung, yang dihadapi adalah manusia yang hidup memiliki akal pikiran
dan perasaan. Yang dimaksud dengan inisiatif di sini adalah satu dengan
pasangannya senantisa berusaha menjadi yang terbaik bagi pasangannya, saling
mencintai. Tidak memerlukan aba-aba atau keluhan, setiap kebutuhan yang
diperlukan oleh pasangannya sudah dipantau jauh-jauh hari dan selalu berusaha
untuk membantunya memperlengkapi dan mencukupi apa yang dibutuhkan.
Bayangkan saja kalau si cowok dan cewek saling memperhatikan, pastilah
tidak ada tempat untuk menerima perhatian dari luar. Namun seandainya satu
dengan yang lain tanpa inisiatif sama sekali, tentunya mereka bakal mendapat
perhatian dari yang lain, inilah yang sering kali menjadi penyebab terluka dan
tersayatnya cinta itu, dan yang paling penting adalah kalau ada kekeliruan
harus dijelaskan dari hati-kehati, bukan dengan kemarahan yang tidak
terkontrol.
Pada zaman
dinasti T’ang ; tersebutlah seorang pemuda yang bernama Wang III. Ia merupakan
seorang pemuda desa yang bodoh. Suatu hari istrinya menyuruh Wang III membeli
sebuah sisir. Karena takut sang suami lupa maka ia menunjuk bulan yang
berbentuk sabit di langit dan berkata "belikan aku sebuah sisir, tetapi
bentuknya harus sama seperti bulan itu. "
Beberapa hari kemudian, tibalah bulan purnama. Wang III ingat
kembali apa yang di pesan sang istri. Maka iapun pergi membeli sebuah cermin yang
berbentuk bulat sesuai dengan bentuk bulan.
Ketika sang istri melihat cermin itu, betapa kagetnya dia dan
cemburu, lalu ia berlari pulang ke rumah orang tuanya dan berkata "Suami
saya rupanya sudah main serong dengan seorang perempuan lain." Sang Ibu mertua
melihat ke cermin dan sambil mengeluh kemudian berkata " Seharusnya ia
memilih seorang wanita yang muda ! Mengapa ia mengambil perempuan yang tua dan
jelek ini ?"
Ketika seseorang merasa pasangan anda kurang berinisiatif untuk memperhatikannya,
bahkan sekarang perhatiannya ditujukan pada orang lain, maka perlu diselesaikan
dengan cinta, tidak seperti cerita di atas yang cara penyelesaiannya dengan
membabi buta.
R = Relationship
Menjalin hubungan termasuk yang sangat penting juga dalam pacaran,
sebab melalui relasi ini, satu dengan yang lain dapat saling mengenal lebih
dalam lagi. Agak sulit kalau pada jaman dulu orang berpacaran dengan jarak
jauh, selain jaraknya jauh, mereka juga tidak terjalin relasi yang baik.. Jadi
boleh dibilang satu dengan yang lain tidak saling kenal. Nah, yang tidak saling
kenal ini kemudian bakal menikah, dan mereka hidup di dalam satu atap. Latar
belakang keluarga, pendidikan, karakter, sifat, hobby dan sebagainya semua
beda, maka tidak heran kalau ada perang dunia ke tiga di rumah, ada piring
terbang dan gelas meloncat, maksudnya pertengkaran yang tiada kunjung habis.
S = Sharing
Yang namanya berbagi menuntut sikap memberikan diri dan juga mendengarkan
pasangan anda, tatkala menjalani hidup bersama semestinya kita peka terhadap
pasangan tersebut. Selain itu juga penuh pengertian memahami orang lain. Pada
waktu berpacaran yang kita temukan adalah segala kebaikan, namun apabila sudah
menikah keburukan itu muncul. Mulai dari yang negatif, ketidak-rapian, kurang
tertib, jorok dan sebagainya. Itu sebabnya ada orang mengatakan kepada kita
apabila belum nikah bukalah mata lebar-lebar, namun setelah menikah mesti tutup
sebelah mata.
Berbagi juga berarti saling menanggung kesulitan atau persoalan, sehingga
tercipta adanya saling pengertian. Kita yang berasal dari keluarga, latar
belakang yang berbeda, tradisi yang tidak sama, apabila hendak dipersatukan
tentu menimbulkan berbagai kesulitan, untuk itu dibutuhkan saling pengertian,
dan saling mengalah; sungguh indahnya memiliki pasangan yang demikian.
T = Talking (Berkata)
Saling berkomunikasi juga sangat penting di dalam hubungan coeok
dan cewek. Kehidupan di dunia yang
begitu keras yang mengharuskan setiap orang
sibuk bekerja, sering kali kita kehilangan komunikasi satu dengan yang lain, sebab yang terjadi adalah
komunikasi seputar bisnis atau kerja.
Sewaktu baru berpacaran ungkin berkomunikasi via telpon berjam-jam tidak masalah, surat menyurat sampai
panjang lebar dan segudang, namun setelah
menikah hal itu tidak dilakukan lagi, sebab dianggap dekat dna setiap hari bertemu. Padahal dengan kesibukan yang ada, maka setiap hari bertemu bukan berarti
komunikasi, namun mungkin masingmasing mengurus
urusan tetap memperhatikan satu dengan yang lain.
Kegagalan di dalam komunikasi ditandai dengan seringnya
menghindari diri berkomunikasi,
misalnya trauma kalau ntar ngomong jadi bertengkar atau menyakiti hati, lalu yang berpacaran menjadi ngajak nonton, ngajak
jalan dan makan-makan. Sehingga
akhirnya sudah berpacaran bertahun-tahunpun
tidak sanggup mengenal lebih dalam tentang pasangannya. Masalahnya akan menjadi besar tatkala mereka bermaksud
menikah, nah waktu itu kebobrokan
masing- masing bakal terbongkar.
Sebenarnya Komunikasi itu tidak harus melalui kata-kata, kadang senyum, gerakan, peragaan dan
sebagainya termasuk komunikai. Seorang
cewek yang pada waktu cuci piring kedengarannmya seperti dibanting, kita tahu dia lagi emosi, nah kalau sadar lagi emosi,
maka harus cepat-cepat
menegendalikan diri. Pakailah pikiran yang diberikan Tuhan untuk menguasai emosi kita, jangan terbalik, sehingga emosi
yang menguasai pikiran kita.
Seorang suami yang baru selesai bertengkar dengan isterinya memutuskan untuk tidak mau saling
menyapa. Pagi-pagi sang suami telah
berangkat ke kantor dan sekarang dilakukan tanpa pamit pada isterinya. Malam sehabis makan, ia langsung masuk ke kamar dan
tidur, demikian yang dilakukan suami
setiap hari. Sementara itu isterinya juga
tidak mau menyapa suaminya, baginya yang penting ia sudah menyediakan makanan untuk suaminya,
dan itu sudah cukup
Suatu malam, karena keesokan harinya, si suami harus berangkat ke
kantor lebih pagi, maka ia
cepat-cepat pergi tidur. Namun sebelumnya, ia terlebih dahulu menulis di secarik kertas satu kalimat yang berbunyi
"Ma, besok pagi jam 05.00
bangunkan saya ya..." Salam Papa. Lalu ia meletakkannya di atas meja dan tertidurlah pulas.
Keesokan paginya, si suami bangun jam 08.00, itu berarti ia
terlambat tiga jam. Ia marah sekali,
sebab isterinya tidak membangunkan dia. Tetapi ketika ia turun dari tempat tidur, ia melihat secarik kertas,
tetapi bukan tulisannya yang kemarin,
melainkan tulisan isterinya yang berbunyi "Pa, pa bangun, sekarang sudah jam 05.00, nanti engkau terlambat? Salam
Mama.
Dari cerita di atas, kita dapat memetik pelajaran bahwa, gengsi,
telah berakibat fatal. Seandainya kita komitmen untuk
menjadikan pasangan kita the F-I-R-S-T, maka satu dengan yang lain tidak perlu
saling ngotot, bayangkan saja kalau
satu dengan yang lain saling mengalah. Jika anda punya pacar saat ini, yakinkan dia juga membaca tulisan ini,
sehingga adanya keseimbangan, anda tidak
hanya mempraktekkanya sendirian, pasangan anda juga mempraktekkannya. Sekali lagi, jadikan pasangan anda the F-I-R-S-T
Tidak ada komentar:
Posting Komentar