TUGAS PENDAHULUAN
PENYEARAH GELOMBANG PENUH
1.
Jelaskan tentang penyearah gelombang
penuh!
2.
Jelaskan pembentukan penyearah gelombang
penuh dengan 2 dan 4 dioda!
3.
Mengapa pada 2 dioda, digunakan trafo CT
dan pada 4 dioda digunakan trafo Engkel?
4.
Jelaskan fungsi alat dan bahan!
5.
Tuliskan dan jelaskan fungsi
tombol-tombol CRO!
Jawab
1.
Penyearah gelombang penug ialah suatu
rangkaian yang dirangkai sedemikian rupa sehingga dapat mengubah sumber arus
listrik dari AC menjadi DC. Rangkaian tersebut berupa rangkaian elektronika
dengan komponen utama dioda. Dalam penyearah tegangan bolak-balik digunakan
penyearah gelombang penuh dengan menggunakan dua diode atau empat buah diode.
Keluaran penyearah gelombang penuh lebih baik bila dibandingkan dengan
penyearah setengah gelombang.
2.
Penyearah gelombang penuh dengan
menggunakan dua dan empat diode.
a. Penyearah
gelombang penuh dengan menggunakan dua dioda.
Penyearah
gelombang penuh dengan menggunakan dua buah dioda hanya dapat berfungsi jika
kita menggunakan transformator CT, dimana tegangan yang dihasilkan dari
transformator ini adalah: V1=tegangan primer, dan V2=tegangan
sekunder.
Untuk
menjelaskan penyearah gelombang penuh dengan menggunakan 2 dioda, kita dapat
memperhatikannya pada gambar berikut:
Cara
kerja penyearah gelombang penuh jenis ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
Pada
artikel mengenai trafo, telah diketahui bahwa pada bagian sekunder
transformator CT terdapat 2 sinyal output yang terjadi secara bersamaan,
mempunyai amplitudo yang sama namun berlawanan fasa. Saat tegangan input (teg primer) berada pada
siklus positif, pada titik AO akan terjadi siklus positif sedangkan pada titik
OB akan terjadi siklus negative. Akibatnya pada D1 akan mengalami
panjar maju (Forward bias) sedangkan pada D2 mengalami panjar mundur
(reserve bias) sehingga arus akan mengalir melalui D1 menuju ke
beban dan kembali ke titik center tap.
Saat
tegangan input (teg primer) berada pada siklus negative, pada titik AO akan
terjadi siklus negative, sedangkan pada titik OB akan terjadi siklus positif.
Akibatnya pada D2 akan terjadi panjar maju (forward bias), dan pada
D1 akan terjadi panjar mundur (rserfe bias) sehingga arus akan
mengalir melalui D2 menuju ke beban dan kembali ke titik center tap.
Dari penjelasan cara kerja penyearah gelombang
penuh jenis ini terlihat bahwa tegangan yang terjadi pada beban mempunyai
polaritas yang sama tanpa memperdulikan dioda mana yang menghantar karena arus
mengalir melalui arah yang sama sehingga akan terbentuk gelombang penuh yang
disearahkan.
b. Penyearah
gelombang penuh dengan menggunakan empat buah dioda.
Penyearah gelombang
penuh dengan menggunakan empat buah dioda sering juga disebut penyearah
gelombang penuh jembatan dioda (dioda bridge). Pada dioda
bridge, hanya ada 2 dioda saja yang menghantarkan arus untuk setiap siklus
tegangan AC sedangkan 2 dioda lainnya bersifat sebagai isolator pada saat
siklus yang sama. Untuk memahami cara kerja dioda bridge, perhatikanlah kedua
gambar berikut.
Saat
siklus positif tegangan AC, arus mengalir melalui dioda B menuju beban dan
kembali melalui dioda C. Pada saat yang bersamaan pula, dioda A dan D mengalami
reverse bias sehingga tidak ada arus yg mengalir atau kedua dioda tersebut
bersifat sebagai isolator.
Sedangkan
pada saat siklus negatif tegangan AC, arus mengalir melalui dioda D menuju
beban dan kembali melalui dioda A. Karena dioda B dan C mengalami reverse bias
maka arus tidak dapat mengalir pada kedua dioda ini.
Kedua
hal ini terjadi berulang secara terus menerus hingga didapatkan tegangan beban
yang berbentuk gelombang penuh yang sudah disearahkan (tegangan DC).
3.
Pada penyearah gelombang penuh dengan
menggunakan dua buah dioda, kita menggunkan transformator CT. hal ini
disebabkan karena
4.
Fungsi alat dan bahan pada percobaan
ini:
a. Transformator
CT berfungsi sebagai sumber tegangan untuk rangkaian penyearah gelombang penuh
dengan menggunakan dua buah dioda.
b. Transformator
Engkel berfungsi sebagai sumber tegangan untuk rangkaian penyearah gelombang
penuh dengan menggunakan empat buah dioda atau jembatan dioda (dioda bridge).
c. Dioda
penyearah berfungsi sebagai penyearah arus yang melalui rangkaian.
d. Resistor
berfungsi sebagai beban
e. Kapasitor
berfungsi sebagai filter atau penghalus gelombang riak yang akan muncul pada
CRO.
f. Voltmeter
berfungsi untuk mengukur besarnya tegangan yang masuk pada rangkaian.
g. Osiloskop
sinar katoda (CRO) berfungsi untuk menampilkan gelombang yang dihasilkan oleh
rangkaian penyearah gelombang penuh dua dioda dan empat dioda.
h. Kabel
penghubung berfungsi sebagai penghubung komponen yang satu dengan kjomponen
yang lain pada rangkaian penyearah gelombang penuh. Baik pada rangkaian yang
menggunakan dua dioda maupun yang menggunakan empat dioda.
5.
Fungsi tombol-tombol pada Osiloskop
Sinar Katoda (CRO)
a. P
OSITION control. Putaran tombol akan mengatur posisi vertical dari berkas.
b. AC
GND DC Switch. Pada posisi AC komponen DC dari signal ditahan oleh kapasitor.
Pada posisi GND (ground), terminal input terbuka dan input amplifier internal
disambung ke ground. Pada posisi DC terminal input disambung langsung ke
amplifier dan semua komponen signal input dikuatkan.
c. VOLT
/ DIV Switch. Skala bertingkat dalam Volt per div dari layar CRT. Dapat dipilih
dalam 11 range dari 0,01 V/ div sampai 20 V / div.
d. VARIABLE
control. Pengaturan attenuasi vertical. Pengatur halus (fine) dari sensitifitas
vertical. Pada putaran kearah kanan maksimum (sampai berbunyi “klik” ) attenuasi
vertical pada posisi terkalibrasikan (CAL).
e. POWER
ON/ INTENSITY control. Mengatur kecerahan berkas gambar Digunakan untuk menghidupkan
dan mematikan daya listrik ke CRO dengan memutar tombol ke arah kiri maksimum.
f. FOCUS
Control. Pengontrolan fokus berkas untuk memperoleh bentuk gelombang yang
optimum kecerahannya.
g. SOURCE
switch. Dua posisi switch untuk memilih sumber trigger untuk sweep (INT atau
EXT).
h. SYNC
Switch. Saklar pemisah sinkronisasi. Akan mengambil komponen signal sync dalam
signal video, dan diaplikasikan pada rangkaian sync untuk menyempurnakan
sinkronisasi signal video yang ditampilkan. NORM ± : Untuk menampilkan bentuk
gelombang pada umumnya. Pada posisi ini rangkaian TV sync separator tidak
tersambung. Pada polaritas “+”, sweep dipengaruhi oleh slope “+”, sedangkan
pada polaritas “-“, sweep dipengaruhi oleh slope “-“. TV ± : Dipakai untuk
menampakkan bentuk-bentuk gelombang signal video TV yang disinkronkan dengan
signal sync.
i.
LEVEL Control. Triggering level / PULL
AUTO akan mengatur phase sync untuk menentukan titik awal sweep pada slope dari
signal trigger.
j.
POSITION control. Putaran pengatur
posisi horizontal dari berkas gambar. PULL 5X MAG Switch, Push-pull switch
memilih pembesaran 5X bila ditarik keluar (PULLED-OUT) dan normal bila ditekan
kembali (PUSHED-IN).
k. SWEEP
TIME / DIV Switch. Selector time sweep horizontal. Saklar pemilih sweep timw
dari 1 s sampai 0,5 s dalam 18 langkah. Operasi EXT H dimungkinkan dengan
memutar knob ke arah kanan penuh. Bila saklar variable (15) diputar arah kanan
penuh, pembacaan harga time sweep sudah terkalibrasi.
l.
VARIABLE control. Pengaturan attenuasi
vertical. Pengatur halus (fine) dari sensitifitas vertical. Pada putaran kearah
kanan maksimum (sampai berbunyi “klik” ) attenuasi vertical pada posisi
terkalibrasikan (CAL).
m. TRACE
Rotation. Dipakai untuk menghilangkan kemiringan berkas garis lurus horizontal.
Z – AXIS INPUT Jack.. Jack intensitas modulasi intensitas dimodulasi pada
tegangan5 Vp-p atau lebih rendah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar