Step 8
Seraut
wajah ayu tampak jelas diterangi oleh nyala api di ujung lilin hijau. Nyala api
itu tidak seperti biasa, mempunyai warna hijau uranium yang makin lama makin
cerah, indah sekali. Sinar itu mempercantik seraut wajah berpotongan rambut
pendek, cepak. Seperti potongan rambut lelaki. Gadis pemilik lilin hijau itu
bertubuh tinggi, sintal, punya daya pikat besar pada bentuk sexy bagian-bagian
tertentu, seperti dada yang sekal dan membusung padat, serta bokong yang gempal
dengan pinggulnya yang berayun-ayun ketika berjalan seperti ingin mengelilingi
Bosnan. Semakin dekat semakin jelas rupa dan potongan tubuh gadis muda
berpakaian bra terusan warna hitam, panjangnya hanya sampai separuh paha
kurang. Tali bra sangat kecil dan berleher rendah, sehingga membentuk sepasang
bukitnya terlihat sebagian juga membayang di balik kain tipis bra hitam itu.
Kontras sekali dengan warna kulitnya yang putih mulus.
“Apakah
kau bersedia membantuku, supaya aku bersedia membantumu juga, Bosnan.?!” tegur
gadis yang belum dikenalnya, tapi sudah tahu nama Bosnan. Ia berhenti pada
jarak 5 meter sehingga gerak bibir sensualnya saat bicara dapat terlihat jelas
oleh mata Bosnan. Menggiurkan sekali bibir itu saat bicara dan menyunggingkan
senyum tipis.
“Aku...
aku terjebak dalam kegelapan ini. Aku tak tahu sedang berada dimana. Tapi...
tapi seandainya kau mau membantuku, akupun akan membantu kesulitanmu sebagai
balasannya, Nona. Hmm... terus terang, aku belum mengenal siapa dirimu, Nona.”
“Lilu....,”
jawabnya agak parau tapi diiringi senyum tipis lagi. Kali ini senyum tipis itu
terkesan sangat bersahabat.
“Lilu...?
itukah namamu.?!”
“ya,
memang Lilu adalah namaku. Kau belum mengenalku, tapi aku sudah mengenalmu
sejak kau memungut benda itu, Bosnan.”
“Maksudmu benda...”
“Aku
harus membebaskan dirimu dari kegelapan!” sahut Lilu dengan tegas, kemudian
lilin hijau itu dilempar ke atas, seperti dibuang ke belakang. Wuuut....! nyala
apinya menjadi besar sekali dalam satu sentakan cahaya yang melebar terang,
sangat terang dang sangat menyilaukan mata Bosnan seperti pertama kali.
Wuuuubs...!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar