BAGAIMANA PACARAN YANG WAJAR?
Pacaran itu pasti akan timbul hal-hal yang baik maupun tidak,
artinya kalau pacaran itu dijalankan sesuai dengan aturannya, kemudian tidak
macam-macam yang artinya tidak melanggar jalur yang ditetapkan Tuhan, maka sebagian
besar akan menjalankannya dengan penuh kebahagiaan. Namun sebaliknya, apabila
pacaran itu dijalankan dengan semau gue, kemudian tidak takut pada Tuhan, maka
jangan harap berkibat baik.
Di dunia bebas apalagi di Negara kita yang sudah 60 tahun merdeka,
Anda bebas berpacaran, tetapi bebas dalam pengertian bukan sembarangan. Tetap
saja ada batas-batasnya, ada batas etika, moral ,sopan santun. Kalau anda
berani melanggarnya, maka resiko akan ditanggung sendiri. Lalu sekarang apa
yang dimaksud dengan berpacaran yang wajar?
Pacar
itu jumlahnya Satu
Yang wajar tentunya
seseorang itu berpacaran dengan satu orang, jadi tidak ada istilah ban serep.
Pacaran akan menjadi tidak wajar bila sang cowok atau cewek mempunyai niat
dalam waktu bersamaan berpacaran lebih dari satu orang. Teman, sahabat biasa
saja boleh lebih dari satu dan sebanyak-banyaknya, namun yang dipilih menjadi
pacar harus satu; kecuali kalau memang tidak cocok, maka kemudian berpisah dan
cari pacar yang lain lagi.
2. Tidak
Mengikat
Pacaran
berbeda dengan menikah, jadi sifatnya masih belum mengikat, jadi sangat wajar
kalau mereka yang sedang pacaran kalau masih memiliki banyak teman, masalahnya
memang tidak mengikat. Kalau seandainya masih pacaran saja sudah terikat
seperti terpenjara, tidak dapat dibayangkan seandainya sudah menikah. Misalnya
seperti penuturan salah seorang seperti ini: Kira-kira belasan tahun lalu
ketika saya masih menjadi guru, ada seorang rekan kerja saya yang wanita,
pacarnya itu pencemburu sekali. Pernah terjadi karena pacarnya tidak dapat
menjemputnya hari itu, lalu ada seorang rekan lain guru Fisika mengantarnya ke
stasiun bis, maka keesokan harinya timbul masalah. Cowoknya itu datang
mencarinya, dan timbul perkelahian, sungguh memalukan.
3. Dewasa
Dalam
hal berpacaran juga diperlukan kedewasaan, di depan kita sudah sebutkan bahwa
pacaran yang hanya hura-hura, makan-makan, jalan-jalan, nampaknya hanya
menghambur-hamburkan uang dan waktu. Tidak ada waktu untuk saling mengenal satu
dengan yang lain. Setiap orang itu unik, latar belakang berbeda, sifat dan cara
didik dari orang tua juga berbeda. Semua perbedaan ini akan coba dipersatukan
dalam jangka waktu yang tidak diketahui namun singkat. Ada orang yang hanya
pacaran setengah tahun sudah menikah, ada yang lebih dari itu. Diperkirakan tidak
cukup waktu untuk mengenal lebih dalam, oleh sebab itu pacaran merupakan
kesempatan yang ada untuk kedewasaan kita mengenal satu dengan lainnya.
Perbedaan pendapat dan konsep ada kemungkian terjadi, namaun merke yang dewasa
memiki sikap hormat dan menghargai pendapat orang lain.
4. Seimbang
Seimbang
di dalam arti yang luas, ekonomi, pendidikan, umur dan iman kepercayaannya.
Terlalu banyak ditemuakn persoalan kalau merka yang berpacaran dan tidak
memperhatikan keseimbangan ini. Memang tidak semua, tetapi umumnya, mereka yang
dari keluarga kaya akan menganggap remeh yang miskin, mereka yang berpendidikan
akan merasa lebih hebat. Demikian juga umur, memang cukup mengagetkan kalau
kita melihat ternyata ada pasangan yang perbedaan umurnya menyolok. Beberapa
pasangan menjalani hubungan dengan penuh kesetiaan, namun tidak jarang juga
mereka menjalaninya dengan berbagai motivasi, ada yang karena melihat harta kekayaan
sehingga si cewek bersedia menikah dengan yang beruban, walaupun yang ganteng
dan muda banyak menanti.
5. Kasih
Saling
mengasihi adalah kunci utama di dalam berpacaran yang wajar. Mengasih juga
bukan di dalam pengertian merasa kasihan kepada pacar kita. Tetapi kasih yang
muncul dari hati yang terdalam, yang dimulai dengan pandangan pertama, kemudian
diteruskan dengan saling mengenal satu dengan yang lain. Pacaran yang wajar
seharusnya terjlain saling kasih-mengasihi, sebab ini merupakan fondasi
pentingnya. Tanpa cinta kasih namanya bukan pacaran , itu hanya teman atau
sahabat karib.
6. Sabar
& Menguasai diri
Cinta
kasih itu menghasilkan kesabaran, dan pacaran yang wajar juga perlu kesabaran,
tidak boleh mendahului apabila belum saatnya. Mereka yang berpacaran mesti
menahan diri, tidak boleh melanggar wilayah dan batas etika serta moral,
terutama di dalam keeratan hubungan. Berpacaran bukan patokan mati untuk
menikah, itu sebabnya kalau suatu saat memang tidak cocok, maka tatkala kedua
insan itu mengambil keputusan untuk pisah, maka perpisahannya juga merupakan
perpisahan yang baik-baik, artinya mereka bukan menjadi musuh, tetapi terjadi
perubahan dari teman istimewa menjadi teman biasa.
Sekarang saya ingin bertanya pada anda yang lagi berpacaran?
Apakah pacaran anda pada posisi yang wajar? Atau sudah tidak wajar sehingga melewati
batas atau memang sudah dalam kawasan “batas
terlarang”. Pacaran yang tidak wajar akan merugikan kedua belah pihak baik
cowok maupun cewek, sebab kesannya mereka tidak menghargai satu dengan yang
lain. Kembalilah ke batas yang wajar!!! And yang dalam batas yang wajar…
kembangkan itu…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar