Oleh karena cinta itu sabar; cinta itu murah hati; ia tidak
cemburu.
Ia tidak memegahkan diri dan tidaksombong.
Ia tidak melakukan yang
tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.
Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan
kesalahan orang lain.
Cinta yang sejati dan murni, cinta yang tanpa syarat
(unconditional love)..
CINTA
ITU
ASYIK!!
Namun Jangan
ASYIK!!
BERCINTA
( Kado buat yang Tercinta)
Saumiman Saud
Ririnsunadi.blogspot.com
CINTA ITU ASYIIK!!
Nenek dan kakek kita ngak semua tahu dan berpengalaman dengan yang
namanya berpacaran, beda dengan anak muda modern masa kini. Konon ceritanya,
dulu calon dari nenek atau kakek sudah disiapkan sejak mereka kecil. Artinya
sejak kecil sudah ada pasangannya untuk dijadiin isteri atau suami, tidak ada
kesemptan memilih-milih lagi. Nah, yang bakal dijadiin pasangan itu bisa aja
anak teman, sanak famili atau orang lain yang sudah dipesan atau dibeli sejak
kecil. Namun jaman sekarang tentu beda, kita hidup di jaman yang semestinya
untuk hal cari pasangan, orang tua diharapkan nggak campur urusan. Maunya hunting
sediri, lacak dan survey sendiri dan bila perlu orang tua tinggal
terima beres, dan yang paling penting ngak
sampai malu-maluin orang tua dan orang sekampung. Jangan samapi terjadi
NBA, bukan klub Bola Basket yang terkenal itu, tetapi Nikah By Accident
Kata orang pacaran itu merupakan kelanjutan dari kenalan kemudian
diteruskan dengan hubungan muda-mudi terhadap lawan jenis. (oh ya ,tulisan
ini khusus bahas pacaran ama lawan jenis ya, sebab di jaman edan ini,
ada orang yang pacaran dengan yang sejenis). Jadi di dalam pacaran
ini cowok dan cewek saling menjajaki seberapa cocok dan cekcoknya mereka
berdua, termasuk latar belakang, watak, karakter, sifat, pendidikan, hobby dan
lain-lainnya.
Pacaran ini melebihi hubungan sekadar sahabat (sohib) atau
kawan dekat, namun ini adalah kawan paling dekat dan akrab, yang berusaha
mengerti satu dengan yang lainnya. Kedewasaan berpacaran, tergantung pada
prilaku yang sedang berpacaran itu, kadang kita masih menemukan berbagai
hura-hura di dalam berpacaran, jadi pacaran itu diidentikkan dengan menonton,
makan bareng, pamer diri, lalu memproklamirkan ini loh pacarku, yang mana sih
pacarmu? (cantikkan? Tampankan?). Padahal pacaran itu adalah kelanjutan
dari masa perkenalan kita, artinya kita sudah maju satu langkah lagi. Mestinya
orang yang berpacaran itu sudah pada tahap keseriusan memikirkan masa depan
mereka, bukan lagi seperti kanak-kanak atau masih ugal-ugalan. Oleh sebab itu
di dalam kesempatan yang ada sewaktu pacaran, kita perlu mengisi dengan sebaik-baiknya
untuk mencari tahu dan kenal lebih dekat pasangan kita, supaya kelak sewaktu
menikah, kita sudah mengenal dia dan tidak menyesal seumur-umur.
Nasi kalau udah jadi bubur, ngak bisa kembali lagi menjadi Nasi
apalagi beras. Seberapa lama seseorang berpacaran tergantung pada kedua orang
itu, ada orang yang ketemu satu atau dua bulan sudah ngebet banget, setengah
tahun kemudian minta nikah. Namun ada yang berpacaran 10 tahun masih belum
menikah (sampai bosen-bosennya kali?). Namun kasihan kalau pacaran 10
tahun masih belum nikah, bisa jadi omongan dan gujingan tetangga kanan-kiri.
Masyakarat itu jahat, omongannya sangat menusuk dan menyayat hati.
Pacaran tok, kapan kawinnya?. Orang dulu bilang cinta itu dari
mata turun ke hati., itu sebabnya perlu jangka waktu untuk mendeteksi, pada
saat pandangan pertama yang dipergunakan adalah mata, jadi mulailah memandang
sana-sini melirik, bahkan melotot untuk melihat sejelas-jelasnya yang mana yang
cocok, sesudah itu masa kenalan dan pacaran juga diperlukan hati, supaya
merasakan cinta kasih yang sedalam-dalamnya.
Saya punya seorang teman, ketika ia berpacaran, orang tau cewek
ngak setuju banget, alasannya si cowok orang ngak punya, sekolahnya juga masih
belum kelar menjadi sarjana, kerja juga masih kurang stabil. Singkat cerita,
orang tua cewek melarang keras berpacaran. Namun dasar sudah ngebet jatuh
cinta, maka larangan orang tua dilanggar dan diabaikan, namun positipnya si
cowok berjuang dan berjuang terus. Ia tahu kalau dianggap kurang bonafide,
tidak ada gelar dan uang, mobil, rumah apa lagi. Itu sebabnya si cowok giat
kuliah sambil kerja, satu dua tahun kemudian ia buka usaha sendiri.
Pada tahun ke tiga si cowok udah sukses, kali ini orang tuanya
benar-benar salut pada perjuangan si cowok. Ijin pacarannya pun keluar, luar
biasa! Nah ini hal-hal yang positip, perlu dicontoh oleh orang muda, ia tidak
sekadar hura-hura dan ugal-ugalan, ada perjuangan yang mati-matian, cintanya
murni tidak main-main.. Yang jeleknya adalah apabila si cowok secara diam-diam
ngajak kawin lari, itu namanya mau jalan pintas. Akibatnya apa yang terjadi?...
Cepat punya anak, gelar ngak dapet, pekerjaan tetap saja sebagai pengacara.
yakni pengangguran yang banyak acara.
Saya sih setuju banget kalo orang yang pacaran itu umurnya sudah dewasa,
paling sedikit sudah bisa cari duit. Jangan ntar mau ajak si cewek nonton masih
minta pada orang tua, Kalau begitu kan repot!!. Nah, bila si cowok belom
bekerja, ntar pacaran mereka jadi kelamaan, karena setiap ditanya kapan mau married
selalu saja jawabannya belum siap. Tunggu selesai kuliah, sudah kelar
kuliah masih menunggu cari kerja, sudah dapet kerja menunggu ngumpul duit dulu,
ntar kalau sudah banyak duitnya, mulai tingkah yang aneh muncul. Cari lagi pacar
yang lain pula? Gimana nich?? Kecuali kalau orang tuanya kaya-raya ngak
masalah, ada atau ngak ada kerja, orang tua yang bakal sponsori untuk married,
bahkan rumah bagus juga udah disediakan. Tetapi mestinya si cewek, perlu pikir
dua tiga kali kalau mendapat cowok yang bisanya ngandalin orang tua? Sampai
kapan?? Ntar kayak burung dalam sangkar, sangkarnya sih bagus, tetapi si
penghuninya tidak merasa bebas.
Pacaran juga ada bahayanya tahu nggak? Mestinya orang-orang dewasa
sudah pada tahu! Mengapa saya katakan demikian!. Ketika si cewek dan cowok duduk
bersamaan, dekat merapat lagi, wong namanya manusia normal; ada strumnya loh.
Nah strumnya kalo ngak terkontrol ada bahayanya, itu sebabnya perlu waspada,
saya yakin anda mengerti maksudnya. Di dunia Barat mereka yang pacaran masalah
cium dan mencium itu bukan hal yang perlu di sensor, di jalanan, lampu merah,
di lapangan parkir, di Super Market bahkan yang bikin orang sebel ada yang nekad
berada di depan kita, gila nggak?. Itu namanya nggak tahan! Apalagi gayanya
terbawa nafsu. Bisa bahaye...kate orang Jakarte.
Bagaimana mencari pacar dan di mana tempatnya? Pertanyaan ini cukup
seru dijawab, sebab ada orang bilang cari pacar seharusnya di kampus, khususnya
di sana banyak bunga-bunga kampus yang bertengger terutama di kantin atau
perpustakaannya. Ada yang bilang di kantor tempat kita kerja juga ada, di
gereja ada juga? Yang lain bilang di toko buku, belakangan ada toko buku
tertentu yang boleh jadi tempat mejeng baik cowok atau cewek, biasanya yang ke
sana tidak beli atau baca buku, cuma melihat-lihat saja, sambil cuci mata; mana
tahu dapat kenalan dan dapat pacaran di sana. Nah, ini motivasi tambahan dari
seseorang, selain kuliah , kerja atau beribadah, dan kunjungi toko buku maka
ada .Udang dibalik batunya.. Kasihan toko buku!!
Jaman sekarang ini bisa juga cari pacar di Warnet (Warung
Internet) , kok bisa? Ya bisa saja, melalui chating dengan orang-orang,
namun bahayanya banyak yang suka berbohong statusnya. Walau begitu, ada
pasangan yang saya kenal sudah menikah dan cara berkenalannnya justru melalui
jalur Internet, saat ini mereka sudah menikah dan tinggal di luar negeri. Ada
lagi yang saat ini sedang pacaran, asyik kata orang muda. Yang pasti jangan
cari pacar di nite club, atau tempat-tempat orang mabuk, dan ekstasi, Anda
bakal dapat kerja tambahan, selain orang tua Anda tidak setuju, teman-teman
juga, kecuali teman-temanmu semua penghuni di sana.
Oh ya, di bawah ini ada sebuah kutipan yang sudah saya revisi sedemikian
rupa, beberapa tips untuk cari pacar yang diselingi dengan gombal-gombalan. Mau
coba ?
Pertama : Carilah pacar yang sesuai dengan
keadaan anda, jangan seperti pungguk merindukan bulan, pokoknya
cari sesuai dengan standard anda. Umpama begini, jika kamu mau
menjadi isteri yang Ahli ekonomi, maka kamu juga harus kuliah di
Fakultas Ekonomi, supaya pada saat kuliah Anda tidak tamat
sekalipun, paling tidak ketemu suami yang Ahli Ekonomi.
Kedua : Carilah pacar yang ganteng dan cantik
dan jangan mencari yang jelek, tetapi biasanya yang jelek bakal menjadi cantik
kalau sudah jatuh cinta, harus juga yang baik hati. Alasannya ialah, ganteng
dan cantik tidak dapat dibeli, memang dari sananya (baca sono), dan
tidak akan rugi dapat yang ganteng, namun perlu hati-hati semua yang kelihatan
di luar bukan jaminan, kegantengan dan kecantikan segera berlalu bersama waktu,
bahkan mereka yang ganteng dan cantik lebih mudah diserobot oleh orang lain.
Tingkah laku seseorang dapat berubah 180 derajat, asal ia mau bertobat. Udah
itu kalo bisa cari seorang yang pemberani, namun takut akan Tuhan. Pacar yang
ganteng and cantik juga akan memperbaiki keturunan di kemudian hari, sekali
lagi ini hanya perkiraan bukan jaminan ya!
Ketiga : Carilah pacar yang kaya dan giat
bekerja, alasannya materi itu perlu juga lho! Ya nggak 100% sih, sebab jika
Anda punya pacar yang bokek dan malas, walaupun ia seganteng bintang F-4 yakni
Tao Ming Se atau secantik dan seganteng Bintang Film Korea dan Anda bakal
sengsara sebab kekayaan segera ludes, Anda harus bantu cari uang dan banting
tulang. Tetapi, sebaliknya kalau dianya memang giat bekerja, tidak perlu kuatir.
Ke empat : Di rumah Anda kan ada cermin, jika
wajah Anda tidak punya wajah cakep, ya tahu diri sedikit bila milih pacar.
Jangan pasang target terlalu tinggi, pasti tidak bakal tercapai. Namun di luar
perkiraan Anda dan Anda akan merasa heran, orang-orang yang tidak termasuk
kategori bunga kampus, kadang-kadang mendapet suami yang tampan juga.
Ke lima : Jangan terlalu mencintai pacar Anda
sehingga lupa segala-galanya apalagi melupakan Tuhan, lupa pelajaran di kampus,
lupa pekerjaan dan lupa diri. Saat ini anda baru berpacaran, bagaimana kalau
sudah menikah, benar-benar tidak ingat segala-galanya. Kalau di tengah-tengah
pacaran kemudian ada masalah dan putus, amak Anda akan susah sekali; bisa
gantung diri di pohon cabe. Mana bisa
gantung diri di pohon cabe… yang ada di pohon tomat…
Ke enam : Ada yang usul kalau stok produksi
orang Indonesianya habis, cari pacar yang bule saja, konon cerita mereka yang
bule itu pada tinggi ,cakep dan ganteng, asal jangan cari yang pengangguran
saja. Warga Negaranya juga Luar Negeri lagi, keren, Anda bakal diboyong ke
sana. And ada juga yang bilang kalo persilangan gen antara orang luar, kita
bisa dapat keturunan yang IQ-nya tinggi. Tapi
nggak tau dech… benar atau tidak, yang jelas orang biologi lebih tau tentang
gen…
Permisi tanya, apakah Anda sudah punya pacar? Apakah di dalam masa
berpacaran anda sudah memikirkan keseriusan untuk hidup bersama kelak? Dijamin
Anda pasti tidak dilarang orang tua kalau Anda memang sudah dewasa. Sebab
apabila dilarang terus-menerus nanti kalian mogok berpacaran, maka mereka bisa
kalang kabut. Maka jadilah jomblo. Saat ini yang penting sewaktu berpacaran
harus penuh tanggung jawab dan tidak main main. Pacaran bukan dosa, selama
berada pada jalur tata-krama, nilai moral etika, kesopanan, sesuai dengan
Undang-Undang… emangnya ada... Yang
paling penting jangan mempermainkan pacar Anda, sebab sang pacar memang bukan
barang mainan, walaupun ada orang yang suka mempermainkannya kualat loh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar